Translate

Sabtu, 29 Desember 2012

[STORY] Introduction to The World Keywords Life


Story Arc   :  Mysteri, Pshylosopy, Fiksi
By  :  Gofatik Hollow
Original Story by  :  ARC    

My Inspirasion :  Haruhi Suzumiya and Angel Bleast


-Gofatik Hollow Present-




KEYWORDS LIFE
 
“Hari ini.., memang selalu seperti ini. Kau bisa melihat langit biru pagi yang memanjakan matamu. Ditambah nyanyian kicauan burung yang menambahku bersemangat untuk pergi ke sekolah. Berkumpul seperti anak normal lainnya. Belajar, Bermain, Bercanda Gurau di kantin dan pulang dengan sahabat-sahabat di eskulku. Tidak masalah Ayahku selalu tidak memperbolehkan ku meminjam motornya untuk ku bawa pergi ke sekolah, karna kedisiplinan di tempat kerjanya, yang membuatnya tak boleh sampai datang terlambat.
             
Yahh…, selama aku masih memiliki teman-teman seperjuangan yang juga sama-sama masih memakai kedua kakinya untuk pulang dan pergi ke sekolah, dan lebih menggunakan jasa kendaraan umum. Ada salah satu orang teman eskulku yang mempunyai tingkah agak sedikit aneh. Dia bernama Dhandy. Ia dan teman-temannya yang pertama kali mengajakku untuk bergabung dalam eskul “AHIS” jika di singkat “Anggota Himpunan Ilmiah Siswa”.
             
Nama eskul yang menurutku agak sedikit aneh ketika disingkat. Jujur saja…, saya adalah murid pindahan. Sudah seminggu lebih saya menetap di kelas 3 IPA 2. Dhandy adalah teman baruku yang agak sedikit aneh. Dia mudah sekali ramah dan berkenalan dengan sahabat baru atau murid dari sekolah pindahan, namun ia mudah juga untuk mengabaikanku sendirian. Sifatnya yang agak pemalu, spontan, dan misterius, terutama untuk masalah-masalah di luar logika, memacu rasa penasaranku untuk lebih dalam menggali kisah hidupnya.
             
Ia berteman dengan seorang siswa super jenius di kelas 3 IPA 1, yang bernama Aniel. Dhandy selalu menyindir aniel dengan kata “Alien”, jika ia kalah beradu pendapat dengannya. Aniel adalah orang yang mengagumkan, sekaligus yang paling misterius melebihi Dhandy dan Navlan yang selalu membuat dugaan-dugaan aneh ketika sedang mendiskusikan sesuatu yang gaib. Kenapa aku bisa masuk eskul “AHIS” yang di dalamnya banyak sekali orang-orang aneh, yang menyukai atau maniak hal gaib.  Haahaaahaaaaa…..”
             
Masalah Navlan…, dia juga adalah teman eskulku sekarang. Dia orang yang sama-sama pintar seperti Aniel, namun tak lebih pintar dari dia. Navlan sering terlihat bersama Aniel dan Dhandy lebih sering terlihat bersama Tia, dan juga beberapa siswi-siswi lain, yang seolah memperlakukan Dhandy seperti pacar mereka sendiri. Tapi Dhandy sangatlah acuh, dan dia adalah orang yang menganggap semua orang yang baik kepadanya, adalah temannya. Tanpa mau tau urusan hati mereka.
             
 Kembali lagi pada Navlan, Navlan adalah siswi kelas 2 IPA 1, adik kelas kita. Walaupun adik kelas, namun Navlan bersikap dewasa dan selalu berdebat dengan kaka kelasnya Dhandy, jika Dhandy mulai mencoba memecahkan masalah dengan membuat solusi gaib. Dhandy memang agak sedikit konyol, namun menarik dari segi ilmu khayalan dan ilmu pshikologi yang dia yakini. Navlan pintar sekali dalam dunia IPA. Dia tak pernah mendapatkan nilai 60 dalam mata pelajaran yang berkaitan dengan IPA. Dia juga sangat perduli akan lingkungan sekitarnya, dan mencoba membuat penemuan baru di eskul “AHIS” tentang lingkungan dan pemeliharaan lingkungan modern.
             
Berikutnya adalah Tia, nama aslinya.., Tiarose. Nama yang agak memaksakan menurutku. Maka dari itu, lebih sering di sapa Tia atau Rose. Agar lebih enak di dengar. Tia adalah sosok gadis yang agak sedikit supel dalam melakukan sesuatu. Termasuk ketika ia pertama kali mengajakku untuk berkenalan. Tia adalah gadis yang baik dan ramah, namun agak kocak dan menghidupkan suasana bila di dekatnya. Tentu saja karna sifatnya itu.
             
Tidak seperti Aniel dan Navlan.., yang membuatku selalu terpojok atas penuturan kata-kata mereka. Di tambah lagi Dhandy yang selalu tidak mempunyai hawa kehidupan, ketika aku berbincang-bincang dengannya, tentang masalah dunia nyata, seolah tak berminat. Dhandy adalah teman terbaik Tia. Ia selalu mencurahkan permasalahannya kepada Dhandy, yang di anggapnya sebagai pemberi solusi terbaik dan salah satu orang yang dapat ia percayai.
            
 Lalu ada Otoko dan Setiawan, mereka memang bukan teman eskulku, namun mereka adalah teman sekelasku, yang selalu berhasil memojokan Dhandy dengan perkataan-perkataan logisnya. Walaupun begitu.., mereka juga selalu menanyakan hal-hal aneh kepada Aniel, hingga Aniel kerepotan di buatnya. Aniel selalu berkata kepada Aku Navlan dan Dhandy.., untuk berhati-hati pada Otoko dan Setiawan, karna mereka bukan orang biasa. Itu terlihat pada auranya.
             

Aniel ini aneh…, aku mendengarkan perkataannya dari kuping kanan dan keluar dari kuping kiri. Sementara Dhandy malah bersemangat, seolah diberikan support oleh Aniel. Dan Navlan.., malah langsung berbincang-bincang tentang hal yang tak masuk akal kepada Aniel.
            
 Terakhir…, adalah Emil. Dia adalah adik kelasku di eskul “AHIS”, sama seperti Navlan. Jujur saja Emil adalah gadis yang sangat membuatku ketakutan. Bagaimana tidak. Dia bisa tiba-tiba menjerit, berteriak, dan bahkan lari terbirit-birit tanpa sebab yang jelas. Mungkin menurut beberapa teman sekelasku, mata batin Emil sudah terbuka, sedikit demi sedikit dan beberapa yang lainnya menyatakan Phobia akan hantu. Yang jelas.., aku tak mau jalan berduaan dengannya lagi, takut kesurupan.  Haahaaaa…..  :D
            Dan itulah cur. . . .

             
“Tiba-tiba saja, Samuel di kejutkan oleh tepukan dari arah belakangnya. Samuel yang sedari tadi sedang mencurahkan semua isi perasaannya, melalui sebuah buku catatan kecil, yang ia sebut “Biografi Hidup”, kaget bukan main dan segera menyembunyikan buku rahasianya itu di kolong mejanya.   “Aduh Tia…, bikin kaget saja. Kenapa kamu tak pergi ke kantin bersama Dhandy. Mumpung sekarang sedang istirahat…”  sapa Samuel sekenanya.
             
“Dhandy sibuk…, bersama Aniel dan Navlan. Membahas sesuatu yang tak penting di kelas 3 IPA 1, akhirnya aku sendirian dan memilih curhat sama murid baru saja. Tak apa kan ??  Tanya Tia berharap aku yang mau mendengarkan curhatannya.   “Beres lah Tia…, jika kau percaya kepadaku. Silakan curhat saja…!” jawab Samuel meng iyakan
             
Mereka berdua pun nampak saling terlihat akrab dan bercanda gurau. Tia telah salah menilai Samuel. Ia berfikir Samuel adalah orang yang cukup sulit di ajak berteman dan sulit berbaur dengan teman-teman di luar kelasnya. Ketika mereka keliatan sedang asyik mengobrol, tiba-tiba saja Navlan, Dhandy, dan Aniel mengejutkan mereka berdua dari arah luar pintu masuk.  “Kak Aniel punya bahasan baru….”  Ucap Navlan sambil tersenyum.




Opening Story ARC :


Bagaikan sebuah kotak, yang terkunci rapat-rapat.

Aku tak bisa membukanya...

Perlu waktu tuk bersabar, dan mulai mencari celah.
Tuk ukir keajaiban…,

 Dalam Ruang dan Waktu yang Terkunci


Ku akan terus berkhayal, dan membuat sebuah logika baru.
Dimana alam relative, dan aku meyakini itu.

Apakah sebuah isyarat atau hanya ungkapan dari firasat,
Ku akan terus berlari, mencari kata kunci…,


-Kehidupan-





WELCOME TO FLOS LUNAE

WORLD OF PAINT






Tidak ada komentar:

Posting Komentar