Story Arc : Mysteri, Pshylosopy,
Fiksi
By :
Gofatik Hollow
Original Story by : ARC
My Inspirasion : Haruhi Suzumiya and Angel Bleast
-Gofatik Hollow Present-
KEYWORDS LIFE
“Hari ini.., memang selalu seperti ini. Kau
bisa melihat langit biru pagi yang memanjakan matamu. Ditambah nyanyian kicauan
burung yang menambahku bersemangat untuk pergi ke sekolah. Berkumpul seperti
anak normal lainnya. Belajar, Bermain, Bercanda Gurau di kantin dan pulang
dengan sahabat-sahabat di eskulku. Tidak masalah Ayahku selalu tidak
memperbolehkan ku meminjam motornya untuk ku bawa pergi ke sekolah, karna
kedisiplinan di tempat kerjanya, yang membuatnya tak boleh sampai datang
terlambat.
Yahh…,
selama aku masih memiliki teman-teman seperjuangan yang juga sama-sama masih
memakai kedua kakinya untuk pulang dan pergi ke sekolah, dan lebih menggunakan
jasa kendaraan umum. Ada salah satu orang teman eskulku yang mempunyai tingkah
agak sedikit aneh. Dia bernama Dhandy. Ia dan teman-temannya yang pertama kali
mengajakku untuk bergabung dalam eskul “AHIS” jika di singkat “Anggota Himpunan
Ilmiah Siswa”.
Nama
eskul yang menurutku agak sedikit aneh ketika disingkat. Jujur saja…, saya
adalah murid pindahan. Sudah seminggu lebih saya menetap di kelas 3 IPA 2. Dhandy
adalah teman baruku yang agak sedikit aneh. Dia mudah sekali ramah dan
berkenalan dengan sahabat baru atau murid dari sekolah pindahan, namun ia mudah
juga untuk mengabaikanku sendirian. Sifatnya yang agak pemalu, spontan, dan
misterius, terutama untuk masalah-masalah di luar logika, memacu rasa
penasaranku untuk lebih dalam menggali kisah hidupnya.
Ia
berteman dengan seorang siswa super jenius di kelas 3 IPA 1, yang bernama
Aniel. Dhandy selalu menyindir aniel dengan kata “Alien”, jika ia kalah beradu
pendapat dengannya. Aniel adalah orang yang mengagumkan, sekaligus yang paling
misterius melebihi Dhandy dan Navlan yang selalu membuat dugaan-dugaan aneh
ketika sedang mendiskusikan sesuatu yang gaib. Kenapa aku bisa masuk eskul
“AHIS” yang di dalamnya banyak sekali orang-orang aneh, yang menyukai atau
maniak hal gaib. Haahaaahaaaaa…..”
Masalah
Navlan…, dia juga adalah teman eskulku sekarang. Dia orang yang sama-sama
pintar seperti Aniel, namun tak lebih pintar dari dia. Navlan sering terlihat
bersama Aniel dan Dhandy lebih sering terlihat bersama Tia, dan juga beberapa
siswi-siswi lain, yang seolah memperlakukan Dhandy seperti pacar mereka
sendiri. Tapi Dhandy sangatlah acuh, dan dia adalah orang yang menganggap semua
orang yang baik kepadanya, adalah temannya. Tanpa mau tau urusan hati mereka.
Kembali
lagi pada Navlan, Navlan adalah siswi kelas 2 IPA 1, adik kelas kita. Walaupun
adik kelas, namun Navlan bersikap dewasa dan selalu berdebat dengan kaka
kelasnya Dhandy, jika Dhandy mulai mencoba memecahkan masalah dengan membuat
solusi gaib. Dhandy memang agak sedikit konyol, namun menarik dari segi ilmu
khayalan dan ilmu pshikologi yang dia yakini. Navlan pintar sekali dalam dunia
IPA. Dia tak pernah mendapatkan nilai 60 dalam mata pelajaran yang berkaitan dengan
IPA. Dia juga sangat perduli akan lingkungan sekitarnya, dan mencoba membuat
penemuan baru di eskul “AHIS” tentang lingkungan dan pemeliharaan lingkungan
modern.
Berikutnya
adalah Tia, nama aslinya.., Tiarose. Nama yang agak memaksakan menurutku. Maka
dari itu, lebih sering di sapa Tia atau Rose. Agar lebih enak di dengar. Tia
adalah sosok gadis yang agak sedikit supel dalam melakukan sesuatu. Termasuk
ketika ia pertama kali mengajakku untuk berkenalan. Tia adalah gadis yang baik
dan ramah, namun agak kocak dan menghidupkan suasana bila di dekatnya. Tentu
saja karna sifatnya itu.
Tidak
seperti Aniel dan Navlan.., yang membuatku selalu terpojok atas penuturan
kata-kata mereka. Di tambah lagi Dhandy yang selalu tidak mempunyai hawa
kehidupan, ketika aku berbincang-bincang dengannya, tentang masalah dunia
nyata, seolah tak berminat. Dhandy adalah teman terbaik Tia. Ia selalu
mencurahkan permasalahannya kepada Dhandy, yang di anggapnya sebagai pemberi
solusi terbaik dan salah satu orang yang dapat ia percayai.
Lalu
ada Otoko dan Setiawan, mereka memang bukan teman eskulku, namun mereka adalah
teman sekelasku, yang selalu berhasil memojokan Dhandy dengan
perkataan-perkataan logisnya. Walaupun begitu.., mereka juga selalu menanyakan
hal-hal aneh kepada Aniel, hingga Aniel kerepotan di buatnya. Aniel selalu
berkata kepada Aku Navlan dan Dhandy.., untuk berhati-hati pada Otoko dan
Setiawan, karna mereka bukan orang biasa. Itu terlihat pada auranya.
Aniel
ini aneh…, aku mendengarkan perkataannya dari kuping kanan dan keluar dari
kuping kiri. Sementara Dhandy malah bersemangat, seolah diberikan support oleh
Aniel. Dan Navlan.., malah langsung berbincang-bincang tentang hal yang tak
masuk akal kepada Aniel.
Terakhir…,
adalah Emil. Dia adalah adik kelasku di eskul “AHIS”, sama seperti Navlan.
Jujur saja Emil adalah gadis yang sangat membuatku ketakutan. Bagaimana tidak.
Dia bisa tiba-tiba menjerit, berteriak, dan bahkan lari terbirit-birit tanpa
sebab yang jelas. Mungkin menurut beberapa teman sekelasku, mata batin Emil
sudah terbuka, sedikit demi sedikit dan beberapa yang lainnya menyatakan Phobia
akan hantu. Yang jelas.., aku tak mau jalan berduaan dengannya lagi, takut
kesurupan. Haahaaaa….. :D
Dan
itulah cur. . . .
“Tiba-tiba
saja, Samuel di kejutkan oleh tepukan dari arah belakangnya. Samuel yang sedari
tadi sedang mencurahkan semua isi perasaannya, melalui sebuah buku catatan
kecil, yang ia sebut “Biografi Hidup”, kaget bukan main dan segera
menyembunyikan buku rahasianya itu di kolong mejanya. “Aduh Tia…, bikin kaget saja. Kenapa kamu
tak pergi ke kantin bersama Dhandy. Mumpung sekarang sedang istirahat…” sapa Samuel sekenanya.
“Dhandy
sibuk…, bersama Aniel dan Navlan. Membahas sesuatu yang tak penting di kelas 3
IPA 1, akhirnya aku sendirian dan memilih curhat sama murid baru saja. Tak apa
kan ?? Tanya Tia berharap aku yang mau
mendengarkan curhatannya. “Beres lah
Tia…, jika kau percaya kepadaku. Silakan curhat saja…!” jawab Samuel meng
iyakan
Mereka
berdua pun nampak saling terlihat akrab dan bercanda gurau. Tia telah salah
menilai Samuel. Ia berfikir Samuel adalah orang yang cukup sulit di ajak
berteman dan sulit berbaur dengan teman-teman di luar kelasnya. Ketika mereka
keliatan sedang asyik mengobrol, tiba-tiba saja Navlan, Dhandy, dan Aniel mengejutkan
mereka berdua dari arah luar pintu masuk.
“Kak Aniel punya bahasan baru….”
Ucap Navlan sambil tersenyum.
Opening
Story ARC :
Bagaikan sebuah kotak, yang
terkunci rapat-rapat.
Aku tak bisa
membukanya...
Perlu waktu tuk bersabar,
dan mulai mencari celah.
Tuk ukir keajaiban…,
Dalam
Ruang dan Waktu yang Terkunci
Ku akan terus berkhayal, dan
membuat sebuah logika baru.
Dimana alam relative, dan
aku meyakini itu.
Apakah sebuah isyarat atau
hanya ungkapan dari firasat,
Ku akan terus berlari,
mencari kata kunci…,
-Kehidupan-
WELCOME
TO FLOS LUNAE
Tidak ada komentar:
Posting Komentar