Keywords one :
-FEAR of POWER-
“Apa
sudah selesai. Memang apa lagi yang akan di
bahas…?? Tanya Tia, yang
sebenarnya sudah agak sedikit bosan mengenai bahasan masalah dunia gaib ketiga
teman anehnya itu. “Tentu saja membahas
kembali tentang rahasia kehidupan kand. Dan selanjutnya membahas tentang
masalah PR fisika…!” jawab Dhandy dengan ekpresi terlihat senang. Sejurus kemudian, kelimanya duduk dalam posisi
seperti, sedang rapat. Dan ketika semuanya telah nyaman dengan posisi duduk
mereka, Aniel mulai melontarkan ceritanya.
“Sebenarnya
ini bukan bahasan yang penting, namun karna Dhandy dan Navlan memaksa saya
untuk bercerita kepada kalian, yahh.., apa boleh buat. . . “ ucap
Aniel, seperti terpaksa. “Sebelumnya
saya minta maaf bila ada yang mereka tersinggung disini. Kalian tahu Dewa dan
Dewi kand.., menurut kalian mengapa banyak di dalam film-film movie seperti
Crash of the Titan, Seorang Dewa akan lemah.., bahkan istananya megahnya di
kayangan dapat hancur bila hanya sedikit manusia yang mempercayai
keberadaannya....?? Tanya Aniel, yang tentu saja mengarah kepada Tia dan
Samuel, yang baru pertama kali menyimak bahasan aneh, seprti itu.
“Aniel…,
kamu itu kand anak paling genius di satu sekolah. Pasti lebih tahu…!” jawab
Tia, menyerah. “Menurut pendapatku…, Dewa
dan Dewi itu sebenarnya adalah manusia pada zaman dulu, yang mempunyai
kekuatan, bagaikan seorang tuhan. Maka dari itu mereka di sembah oleh manusia
lainnya. Dan tak ada hubungannya kekuatan mereka bisa lemah hanya karna manusia
tak mempercayai lagi keberadaannya….!” Jawab Samuel, merasa yakin.
“Oh
iya…, bagaimana kau bisa bicara seperti itu. Kau ingin menentang hukum
keseimbangan di bumi… ??” Tanya Dhandy
kepada Samuel, yang langsung di sambar oleh Navlan. “Intinya…, jika ada makna denotasi pastilah
ada makna konotasi. Jika ada siang, pastilah ada malam, dan jika ada terang,
pastilah ada gelap. Semua pasangan setiap object, pastilah berlawanan, agar
menciptakan sebuah hukum keseimbangan. Ada Dewa atau Alien, maka ada
Manusia…” jawab Navlan, sedikit
mengutarakan pendapatnya.
“Bisa
di bilang seperti itu. Kekuatan seorang pemimpin, tergantung dari kepercayaan
rakyat di bawahnya. Jika rakyatnya percaya pemimpin itu baik, maka pemimpinnya
pun akan kuat dan tidak akan goyah atau turun dari pimpinannya. Dan
sebaliknya.., jika rakyatnya menaruh curiga kepada pemimpinnya, maka suatu saat
si Pemimpin bisa turun juga dari jabatannya itu. Ada pemimpin, maka akan ada
rakyat….!” jawab Aniel menjelaskan lebih detail.
“Tunggu
dulu.., itu seperti Hukum Kepemimpinan di era modern sekarang…” ucap Tia,
menganalisis pepatah Aniel barusan.
“Yapp…,
anggap saja Dewa dan Dewi adalah seorang presiden di masa lalu. Dimana di masa
itu, orang yang memiliki kekuatan terbesarlah yang akan di anggap sebagai
pemimpin kaum mereka…!” ucap Aniel membenarkan.
“Tapi…,
gak sesuai sama bahasan cerita kau nihh… “ ucap Samuel, mulai merasa sedikit
bosan. “Tentu saja ini berkaitan.
Pemimpin masa lalu mengandalkan kekuatan tersembunyi dari rakyatnya yaitu
“Power of Wish”. Dengan rasa kepercayaan yang tinggi dari rakyatnya, para Dewa
dan Dewi akan mendapatkan kekuatan tambahan dari setiap kekuatan wish yang
tersembunyi pada rakyatnya. Ketakutan kamu pun dapat membuat mereka kuat, dan hal
ini pun berlaku untuk mahkluk lainnya…” jawab Dhandy, sambil tersenyum, agak
sedikit mengerikan.
“Tengg
Tonggg…, Tengggg…., Tongggggg………!!!
Bel
masuk berbunyi keras. Kelimanya segera membereskan bangku dan meja pada posisi
awal kembali. Dhandy, Aniel, dan Navlan pun, berpamitan dan pulang kembali ke
alamnya. Samuel masih memikirkan perkataan dari Aniel, Navlan, terutama Dhandy
yang membuatnya agak sedikit parno. Menit demi menit berlalu, ternyata guru
yang mereka tunggu, sedang tidak enak badan dan tak masuk sekolah. Murid-murid
di kelas Samuel, hanya di beri 10 soal tugas untuk di kerjakan dan di kumpulkan
pada hari itu juga, ke ruang guru.
Bagi
murid-murid yang agak sedikit menentang, tak ada guru merupakan moment terbaik.
Dimana mereka bisa bebas mengobrol sambil makan snack di dalam kelas. Mereka
menunggu dan membujuk si pintar di dalam kelas mereka, agar mengerjakan 10 soal
itu secepatnya. Agar mereka bisa ikut Copas (Copy, Paste).
“Bobby..,
nanti aku lihat yahh, kalo kamu udah selesai mengerjakan soal….” goda Tina dan
Gengnya, membujuk Bobby, murid terajin dan terpintar di sekolah itu. “Okee lahh….” Jawab Bobby meng Iyakan
saja. Bersama Geng Pintar lainnya, Bobby mulai mengerjakan soal-soal itu dengan
rasa bangga. Karna tanpa kehadiran dirinya, mungkin teman-temannya tersebut,
sudah kewalahan mengerjakan soal. Samuel dan Tia ikut bergabung bersama Bobby.
Mereka berdua memang murid yang tak suka keributan di sekolah, dan memilih untuk
mengikuti Bobby bersama yang lainnya, mengerjakan tugas.
“Guys..,
kita foto-foto yukk. Kita kand belum pernah foto-foto di dalam kelas kita
sendiri….” Ujar Tina kepada teman-teman
sekumpulannya, Dina, Diana, dan Yolan.
“Ya
iya lah belum pernah, kelasnya agak gochic kaya gini. Masa gorden jendela aja
warna item, Pintu di cat warna item, meja guru juga item…!” jawab Dina seakan
menolak ajakan Tina dengan perkataannya itu.
“Ini
Unyu tau, Unyu…, lihat aja, temboknya warna putih, lantai putih, dan papan
tulis putih, jadi kaya dekorasi zebra atau sapi…” sergah Yolan, yang menyukai
dekorasi gochic tersebut di dalam kelasnya.
“What Ever. Gimana kalian aja….”
“Udahlah
Guys.., kita hepi-hepi aja sekarang. Kita Update status Facebook di kelas kita.
Okee…” ucap Diana, mendinginkan situasi.
Keempatnya sepakat untuk foto bersama. Yolan meminta pacarnya Dio, yang juga
satu kelas, untuk memotret mereka ber empat di kelas itu. Semua keadaan
baik-baik saja, sampai pada foto ke empat di ambil, Yolan yang melihat hasil
dari foto itu berteriak sejadi-jadinya dan mendekap Dio, tanpa ia sadari, karna
ketakutan.
Otomatis
Dio dan Yolan menjadi bahan godaan teman-temannya yang lain, yang melihat
kejadian itu, bahkan sampai ada yang sempat memotretnya. Dan meng Uploadnya ke
media sosial seperti Twitter dan Facebook.
“Honey.., ada apa sihh…?? Jawab Dio, sambil perlahan-lahan melepas
dekapan kuat Yolan itu. Yolan nampak menggigil kedinginan dan badannya
gemetaran. “Apa itu di foto….!” Jawab Yolan ketakutan, sambil memberikan
ponselnya ke Dio.
Dio
nampak kaget melihat hasil dari foto yang keempat tadi. Semula dio mengira
gambar itu hanyalah gambar dari pantulan cayaha dari cermin, namun ternyata, di
balik luar cermin yang terbuka itu, ada sesosok gadis kecil perempuan. Yang
bermuka pucat dan permukaan wajahnya keliatan retak. Dia tersenyum menatap
kamera dari balik kaca transparan jendela luar dan setengah wajahnya tertutupi
kepala Yolan yang sedang berpose bersama tiga orang teman lainnya.
Dengan
ketakutan, Dio langsung menutup daun pintu kelas rapat-rapat dan menguncinya
dari dalam. Untung pintu tersebut dapat di kunci dari dalam, sehingga Dio
dengan mudah menutup pintu itu, dan juga menutup semua gorden jendela di dalam
kelas. “Yo…, kau lagi kesambet setan apa.
Pake acara nutup-nutupin jendela…?? Ucap
teman baiknya Aldo, yang melihat kelakuan aneh Dio sekarang. “Liat tuhh foto….” Jawab Dio sambil menyodorkan ponsel miliknya
ke genggaman tangan Aldo.
“Anjrriiitttttt…..,
ada setan di siang bolong…!!!” seru
Aldo, ketika melihat foto di ponsel temannya itu. Sebagian murid yang penasaran, serentak
menghampiri Aldo. Mereka penasaran ingin melihat penampakan di foto itu.
Samuel, Tia, dan Bobby memilih untuk tetap mengerjakan tugas mereka di tempat
duduknya. “Bob…, kita liat yukk foto
yang lagi di kerubutin anak-anak….” Ajak Samuel yang sebenarnya agak sedikit
penasaran.
“Ngapain
liat yang gituan. Sekali liat, kamu gak bakalan berani injak kaki di kelas ini
lagi nanti….” Tolak Bobby, seakan menakut-nakuti Samuel dan Tia. “Betul tuhh.., kalo sekali liat pasti nanti
ngedatangin hantunya ke rumah masing-masing….” Resah Tia, yang juga di buat
parno, karna suasana misteri yang sekarang melanda kelasnya. Ditambah lagi dengan
suara jeritan histeris dan tangisan Yolan, Diana, Dina, dan Tina yang
ketakutan. Dan kebetulan juga…, ruangan kelas 3 IPA 2, terletak di posisi
paling ujung dan berjauhan dengan ruangan kelas lainnya. Sehingga keributan
yang terjadi di dalam kelas itu, hanya sayup-sayup terdengar oleh kelas
lainnya.
“Aldo
memberanikan dirinya untuk mengintip ke luar kelas lewat celah-celah jendela. Ia
melihat suasana luar kelas yang sepi dan sunyi. Tidak ada hal aneh, bahkan
penampakan pun yang ia lihat disana. Namun beberapa detik kemudian, terdengar
suara pintu dari luar di ketuk. Aldo yang mengintip dari jendela, tiba-tiba
saja berlari menghampiri teman-temannya lagi dan mengatakan. “Barusan ada yang ketuk pintu, tadi pas aku
liat, gada orang sama sekali di luar pintu masuk….” Ucap Aldo sambil menenangkan jantungnya yang
berdegup kencang dan keringat dingin yang mulai bercucuran di seluruh tubuhnya
sekarang, seolah-olah telah berlari cukup jauh.
Suasana
kelas nampak semakin bertambah ribut saja. Suara ketukan pintu itu semakin
keras seiring waktu berjalan, di tambah seluruh gorden jendela di dalam kelas
itu, telah berkibar-kibar seperti bendera, tanpa ada angin yang membuatnya
terangkat ke atas. “Tia.., kau ngerasa
ada yang aneh gak sekarang….” Jawab Samuel kepada Tia yang telah sudah lebih
dulu menundukan kepala dan wajahnya ke permukaan meja, sambil kedua tangannya
menutup seluruh celah cahaya yang dapat masuk ke wajahnya.
“Pasti
ada penjelasan yang logis tentang masalah ini. Mungkin ada seseorang yang
mencoba menakuti kita. Duga Bobby. Dia adalah satu-satunya murid yang tidak
histeris melihat kejadian itu. Bobby
memberanikan diri menuju daun pintu masuk dan berkata. “Siapa pun kamu, jangan ganggu kami disini,
kami sedang belajar, dasar anak-anak kurang kerjaan…” jawab Bobby dengan lantangnya, seperti sedang
menantang.
Namun
entah kenapa, tiba-tiba saja keadaan kembali normal, walau perlahan-lahan. Sementara
itu, Bobby tetap enggan membuka daun pintu masuk, sampai tiba-tiba terlihat ada
seseorang yang mencoba membuka pintu dari dalam. Terlihat dari gagang pintu
yang bergerak-gerak sendiri.
“Anak-anak…., sedang apa kalian disana. Kenapa pintu kelas di tutup dan
jendela di tutup juga…. !!!” teriak
suara dari luar ruangan tersebut.
Mendengar
suara akrab itu, Aldo langsung tergesa-gesa membuka daun pintu dan ia pun
melihat penyelamat datang ke dalam kelasnya.
“Bu Puji.., untunglah ibu datang. Kami sudah ketakutan sedari tadi….” Ungkap Bobby, sambil mencium tangan guru
favoritnya itu.
2
jam kemudian…
Sekolah
telah usai. Semua murid terlihat berdesakan di pintu gerbang yang terbuka
lebar. Begitupun dengan Samuel, Dhandy, Aniel, Navlan, dan Tia. Mereka berlima
berjalan bersama-sama setiap pulang sekolah. Tia dengan antusiasnya memaparkan
semua hal mistik yang dia alami di kelasnya barusan kepada Dhandy, Aniel dan
Navlan. Dan mereka hanya membalasnya dengan senyuman.
“Jadi
Phantasma yang kau lihat itu, bermuka pucat dan berwajah retak, seperti
ini…” ucap Dhandy sambil menunjukan
sebuah foto di ponselnya. Samuel dan Tia terperangah kaget. Dhandy ternyata
telah terlebih dulu melihat mahkluk itu di sekolahnya. Bukan hanya itu,
penampakan mahkluk gaib lainnya pun di sekolahnya, berhasil ia abadikan di
dalam kamera ponselnya. Samuel dan Tia merasa aneh melihat kerjaan temannya
itu.
“Aku
tak menunjukan foto ini kepada kalian, karna pasti kalian takkan percaya,
sebelum melihatnya secara langsung. Heeheeee….. :D Sambung Dhandy, sambil tertawa sendiri.
New
Paper :
Satu
hal yang kalian harus tahu. Ketakutanmu akan menjadikan yang lainnya menjadi
lebih kuat. Yahh.., itulah kata kunci yang aku dapat dari teman-teman anehku
sekarang, dan juga kejadian yang ku alami tadi di sekolah. Ini menjadi bukti,
ketakutanmu akan menjadi harapan negative mu, yang membuat apa yang kamu
takutkan, bisa saja terjadi. Keberanian adalah modal utamamu untuk menghapus
perasaan itu dan untuk terus ber sikap positif dalam menjalani kehidupan ini…
By :
Samuel
Ending Story ARC :
Disaat aku
mencari arti sebuah keajaiban.
Yang ku temukan
adalah logika.
Dimana…, arti
sebuah misteri??
Hanyalah berbagai
hal yang belum terungkapkan.
Dan aku percaya
pada satu hal, yaitu diriku sendiri.
Dan aku berjanji,
ketika ber ikatan, inilah yang terbaik, mencari arti kehidupan ku…
Ketika gelap dan
terang, bersatu dalam sebuah harmoni.
Dunia akan ada,
di dalam keseimbangan.
Kamu takkan
mungkin, menemukan arti dari sebuah keajaiban.
Jikalau kamu
tidak..,
-Menjadi
pasangannyA-
Keywords
Life : Keywords two
-ILLUSA-
COMING
SOON :